Selasa, 28 Mei 2013

KURANGNYA KEPEDULIAN TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT TENTANG BAHAYA MEROKOK

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa rokok adalah hal yang tak bisa dipisahkan bagi sebagian luas masyarakat Indonesia khususnya dan dunia umumnya. Dari anak-anak hingga orang dewasa, dari si kaya sampai si miskin. Banyak orang yang menjadi seorang perokok aktif. Bahkan di suatu daerah, ada balita yang umurnya sekitar 4 tahun sudah menjadi perokok aktif. Perokok aktif adalah individu yang menggunakan rokok secara langsung dan berkelanjutan, sedangkan perokok pasif adalah yang tidak menggunakan rokok secara langsung tetapi terkena dampak dari aktivitas merokok seperti menghirup asap rokok yang mengganggu kesehatan. Hampir di setiap kegiatannya, setiap orang pasti dalam keadaan merokok. Mulai dari supir yang sedang mengendarai kendaraannya, sampai orang kantoran yang merokok di ruang kerjanya. Kebiasaan merokok itu sebenarnya adalah kebiasaan yang tidak sehat. Dan para perokok itu sebenarnya tau bahwa rokok itu tidak sehat dan bisa menyebabkan kematian. Tapi mereka tetap tidak meninggalkan kebiasaanya itu. Karena bagi mereka rokok itu memiliki kenikmatan tersendiri. Kebiasaan merokok ini juga menjadi fenomena yang umum di lingkungan kampus. Lingkungan kampus menjadi wadah yang paling dekat dalam proses pengaplikasian keingintahuan dan rasa ingin mencoba terhadap rokok itu sendiri. Dari kondisi ini, timbul pertanyaan mengenai apa yang dimaksud dengan rokok yang dapat menimbulkan rasa ingin mencoba pada sebagian besar individu di kampus. Rokok itu adalah suatu produk yang berbentuk silinder dari kertas berukuran kurang lebih 70-120 mm dan dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Selain daun-daun tembakau, rokok juga mengandung beberapa zat adiktif yaitu salah satunya zat nikotin yang memberikan efek kecanduan. Di Indonesia banyak sekali orang membudidayakan tanaman tembakau. Dari tanaman tembakau mereka menggantungkan hidupnya. Dan tanaman tembakau tersebut diolah di tempat industri rokok. Baik industri skala rumahan maupun industri skala besar. Sekitar 4 juta penduduk Indonesia menjadi petani tembakau dan juga buruh dari industri orang. Secara umum faktor-faktor yang menyebabkan seseorang menjadikan merokok sebagai suatu kebiasaan meliputi faktor internal dan eksternal. Kedua faktor ini saling berhubungan dalam diri perokok aktif yang akhirnya membuatnya berkebiasaan merokok. Faktor internal dari dalam diri perokok antara lain rasa penasaran orang tersebut terhadap rokok, kemudian rasa penasaran tersebut menjadi sebuah keinginan untuk mencoba menjadi seorang perokok. Faktor eksternal muncul dari lingkungan perokok tersebut, misalnya karena teman-temannya merokok, maa seseorang menjadi perokok juga atau bisa juga kerana keluarganya mayoritas perokok, maka orang tersebut memiliki kebiasaan yang sama dengan keluarganya, yaitu merokok. Efek merokok dapat dibahas dari dua sisi, yaitu efek positif dan efek negatif. Efek positif dari merokok yaitu pemenuhan rasa kepuasan yang dirasakan oleh perokok tersebut. Hal ini berkaitan langsung dengan faktor penyebab individu menjadikan merokok suatu kebiasaan. Efek positif lainnya yaitu pengaruh terhadap pemasukan bea dan cukai suatu negara. Sedangkan efek negatif dari merokok dapat berpengaruh terhadap dua hal, yaitu kesehatan, dan finansial. Bagi kesehatan, untuk perokok aktif, merokok dapat menyebabkan kanker, penyakit jantung, stroke, meningkatkan kolesterol, dan lain-lain. Bahan berbahaya dan racun dalam rokok tidak hanya mengakibatkan gangguan kesehatan pada orang yang merokok, namun juga kepada orang-orang disekitarnya yang tidak merokok (perokok pasif). Perokok pasif mempunyai risiko lebih tinggi untuk menderita kanker dan penyakit jantung. Memang efek dari merokok ini tidak secara langsung dirasakan, efeknya pelan tapi pasti dalam menimbulkan bahaya yang mengancam kesehatan tubuh perokok tersebut . Jika kebiasaan merokoknya tidak segera dihentikan. Adapun efek negatif bagi finansial, yaitu pemborosan. Karena, seseorang yang sudah kecanduan akan rokok, dia akan selalu membeli rokok untuk memenuhi kebutuhannya dalam jumlah yang tidak sedikit. Sangat jelas, dari aspek-aspek yang telah dijelaskan, rokok menjadi kebiasaan buruk akibat faktor internal ataupun eksternal. Dalam masyarakat, pemuda dan pemudi yang awalnya hanya ingin mencoba kemudian menjadi suatu kebiasaan yang disebabkan oleh faktor lingkungan. Oleh karena itu, perlu diterapkan sistem-sistem yang tegas dan ketat untuk para perokok itu sendiri untuk mengurangi kebiasaannya. Juga dibutuhkan kesadaran dirinya sendiri para perokok terhadap bahaya rokok pada kesehatannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar